Istana keraton kadariah, mengingatkan kembali cikal bakal terbentuknya kota Pontianak

245 tahun sudah kota pontianak terbentuk, tentu sudah bukan usia yang muda lagi. Sebagai salah seorang pemuda kalimantan barat tentunya saya ingin sekali di usia 245 tahun ini ingin membuat masyarakat kalimantan barat umumnya untuk membuka kembali memori dalam pikiran mungkin ada yang belum tahu atau lupa dengan Istana keraton kadariah, mengingatkan kembali cikal bakal terbentuknya kota Pontianak.

Sebuah bentuk cinta tidak hanya tercurahkan kepada seseorang pasangan hidup saja, tetapi pada budaya atau peninggalan nenek moyang juga bisa dirasakan. Semua karena mereka lah kita bisa menikmati kehidupan yang tentram, nyaman dan keamanan yang tidak akan pernah terjadi (peperangan).

Di waktu yang tepat ini saya menuliskan artikel mengenai salah satu cagar budaya indonesia, yang sudah melambungkan namanya hingga ke penjuru dunia, sebut saja Istana Keraton Kadariah.

Tampak depan keraton kadriah pontianak
(sumber:panduanwisata.id)
Memang pantas jika Pontianak kota wisata paling menarik di Indonesia, karena di kota inilah banyak terdapat wisata kebudayaan salah satunya ialah Istana Keraton Kadariah merupakan satu dari sekian keraton yang ada di kalimantan barat masuk dalam cagar budaya indonesia. Keraton yang merupakan peninggalan wisata sejarah berupa sebuah istana bernuansa islam yang alhamdulillah sampai sekarang masih terjaga keindahannya.

Sejarah Berdirinya Istana Keraton Kadariah dan terbentuknya kota Pontianak

Konon berdasarkan seluruh informasi yang saya kumpulkan menjadi satu, Istana Keraton Kadariah didirikan oleh seorang pemuda bernama Sultan Syarif Abdurahman, Perjalanan panjang pun dimulai oleh Syarif abdurrahman dengan menggunakan 14 perahu untuk menyusuri Sungai Peniti ( Sekarang kab.Mempawah) hingga akhirnya mereka menetap di sebuah tanjung bernama Kelapa Tinggi Segedong.

Namun, beliau merasa tempat tersebut tidak tepat untuk didiami hingga mengutuskan yang lain untuk melanjutkan perjalanan balik ke hulu sungai kapuas kecil, Perjalanan semakin jauh hingga akhirnya rombongan syarif abdurrahman menemukan sebuah pulau kecil bernama Batu Layang ( Sampai Sekarang) di waktu mereka singgah sejenak dipulau tersebut mereka pernah diganggu oleh para hantu-hantu.Perjalanan pun mereka lanjutkan hingga tepat tanggal 23 Oktober 1771 (14 Rajab 1184 H).

Diwaktu subuh, rombongan akhirnya tiba di persimpangan Sungai Kapuas (sui terpanjang di Indonesia) dan Sungai Landak (salah satu sungai di kalbar). Para Rombongan syarif bergegas menebang pohon-pohon disekitaran tempat yang saat ini berdiri keraton kadariah tersebut.

Akhirnya dengan berdirinya bangunan Istana Keraton Kadariah tersebut berdiri juga Kota Pontianak, dan Sultan Syarif Abdurahman pun dinobatkan sebagai kesultanan Pontianak.

Ayo Jalan-Jalan ke Istana Keraton Kadariah

Kapan kalian ke Pontianak? Rugi jika ke pontianak nggak jalan-jalan ke Istana Keraton Kadariah. 

Istana keraton kadariah terletak di pusat kota provinsi kalimantan barat yakni Kota Pontianak, Di tepian sungai kapuas lah bangunan keraton berdiri. Secara geografis Keraton Kadariah terletak di Kampung Beting, Kelurahan Bugis Dalam, Kecamatan Pontianak Timur. 

Bangunan Istana yang berukuran seluas 60x25 meter ini terbuat dari kayu belian (Kayu Besi) dibalut dengan warna dinding Kuning membuat nuansa melayu kental sangat terasa. Peninggalan-peninggalan jepang dan Portugis seperti Meriam Kuno tersusun di Halaman Depan ketika memasuki pintu utama keraton.

Tidak hanya itu saja di bagian dalam keraton terdapat  peninggalan seperti foto, pakaian para sultan hingga terdapat sebuah Al-Quran yang ditulis oleh sultan sendiri.

suasana dalam keraton kadariah
(sumber: bappeda.pontianak.go.id)
Dari itu semua kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikan dan menjaganya. Semoga diusia yang ke 245 melalui tangan pemerintah dan pemuda yang insfiratif, berinovasi dan bermanfaat bisa untuk mempertankan serta terus membuat masyarakat cinta akan budaya yang menjadi warisan dunia. Yang mana dengan susah payah perjuangan para pendiri hingga bertaruh jiwa dan raga sampai tumpah darah yang berujung kematian. Semoga dengan adanya tulisan ini dapat membuka memori kawan-kawan semua.

I Love Indonesia, I Love kebudayaan, I lovePontianak, 
I love Istana Keraton Kadariah

Tulisan ini merupakan tulisan yang diikutsertakan dalam tulisan bertema warisan dunia yang diadakan oleh Love Or Lost #BuktiCinta_Blog

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...